Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Boikot Eurovision: Sánchez: ‘Diam Bukan Pilihan’ Hadapi ‘Perang Ilegal, Genosida’

Admin May 16, 2026 at 02:04
Boikot Eurovision: Sánchez: ‘Diam Bukan Pilihan’ Hadapi ‘Perang Ilegal, Genosida’

Berdasarkan laporan Anadolu Agency, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada Jumat membela keputusan negaranya untuk tidak berpartisipasi dalam Eurovision Song Contest tahun ini, mengatakan Spanyol tidak bisa tetap diam atas tindakan Israel di Gaza dan Lebanon. Dalam pesan video yang dibagikan di platform X, Sánchez menyatakan bahwa ‘diam bukanlah pilihan’ menghadapi apa yang dia sebut sebagai ‘perang ilegal’ dan ‘genosida’. Ia mengingat keputusan penyiar publik RTVE untuk mundur dari kompetisi, yang menurutnya “konsisten dan perlu: untuk melawan ketidakadilan.”

Menurut data Associated Press, boikot tersebut melibatkan lima negara—Spanyol, Irlandia, Belanda, Slovenia, dan Islandia—dan menyebabkan jumlah peserta terendah sejak 2003. Penyelenggara Eurovision menerapkan aturan pemungutan suara yang lebih ketat untuk mencegah manipulasi yang terkoordinasi, sementara mereka menyatakan berharap negara-negara yang memboikot akan kembali pada masa mendatang.

Menurut data BBC News, penyiar Irlandia RTÉ menggantikan siaran final Eurovision dengan episode Father Ted sebagai bentuk solidaritas dengan wartawan yang gugur dalam konflik, sebuah langkah yang memicu kecaman dari komunitas Yahudi dan tokoh publik. Sumber lokal menyebutkan boikot mendapat dukungan kuat di kalangan generasi muda Dublin, tetapi juga memecah pendapat publik.

Menurut data Ynet, sebuah unjuk rasa kecil anti-Israel di Wina yang disponsori Roger Waters dan berjudul “No Stage for Genocide” hanya dihadiri puluhan orang, meskipun sebelumnya dipromosikan sebagai konser besar. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim mengenai popularitas Israel di kalangan pemirsa Eropa atau tuduhan koordinasi politik di balik voting.

Sánchez menegaskan ketidakhadiran Spanyol merupakan bagian dari komitmen negara terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional, dan bahwa “komitmen kami juga diekspresikan melalui budaya.” Hingga laporan ini ditulis, Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan reaksi resmi dari negara-negara yang memboikot.

Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim tentang jumlah korban dan dampak politis jangka panjang dari boikot ini.

Photo by: Michael Mücke, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.