Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

AS Menyerang Iran, Gencatan Senjata Rapuh Teruji

Admin June 27, 2026 at 12:06
AS Menyerang Iran, Gencatan Senjata Rapuh Teruji

Berdasarkan laporan, Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap fasilitas misil, drone, dan radar milik Iran pada 26 Juni 2026. Menurut data, aksi AS dipicu oleh serangan drone Iran terhadap kapal kargo berbendera Singapura M/V Ever Lovely di Selat Hormuz; satu drone disebut merusak dek kapal sementara tiga lainnya diintersep. Serangan ini merupakan yang pertama sejak kedua pihak menandatangani Nota Kesepahaman pada 17 Juni dan dinilai menguji gencatan senjata yang masih rapuh. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi pasti mengenai jumlah korban atau tingkat kerusakan. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Sumber lokal menyebutkan Organisasi Maritim Internasional telah menangguhkan operasi evakuasi bagi ratusan kapal yang terdampar di perairan tersebut. Pemerintah AS menggambarkan serangan itu sebagai respons kuat untuk menegakkan ketentuan sementara gencatan senjata, sementara pejabat Iran menyebut insiden itu bagian dari ‘manajemen gencatan senjata’. Dampak lebih luas terhadap pembukaan kembali jalur pelayaran strategis masih belum jelas. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan mengupdate laporan bila ada konfirmasi lebih lanjut.

Photo by: Lara Jameson, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.