AS Panggil Duta Besar Malaysia Terkait Kebijakan Terhadap Warga Israel
Berdasarkan laporan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memanggil duta besar Malaysia menyusul pendeportasian seorang warga berkewarganegaraan ganda AS-Israel dan penutupan paksa sebuah “Network School” internasional di Kuala Lumpur.
Menurut data dari beberapa media, pemanggilan itu dilakukan sebagai tanda protes atas tindakan yang dianggap menargetkan warga Israel, sementara delapan anggota Kongres AS mendesak tinjauan terhadap kerja sama keamanan dan ekonomi bilateral serta mengancam memotong dana pelatihan militer jika kebijakan tersebut tidak ditinjau kembali.
Hingga laporan ini ditulis, otoritas Malaysia mempertahankan bahwa langkah pendeportasian dan penutupan sejalan dengan kebijakan lama negara itu yang tidak mengakui Israel dan mendukung perjuangan Palestina. Malaysia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan lama mendukung isu Palestina.
Sumber lokal menyebutkan penindakan terhadap warga yang dicurigai berkaitan dengan Israel dilakukan sebagai penerapan kebijakan kedaulatan nasional oleh pejabat setempat. Namun, klaim mengenai keterlibatan warga Israel dalam program teknologi di Johor atau aktivitas tertentu belum dapat diverifikasi secara independen.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk jumlah warga yang terdampak dan kronologi lengkap penutupan sekolah internasional itu. Pemerintah Malaysia, melalui pernyataan pejabat, menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan kebijakan deportasi terhadap warga Israel, termasuk mereka yang berkewarganegaraan ganda, sebagai langkah politik terkait situasi di Gaza.
Laporan ini akan diperbarui apabila ada konfirmasi resmi tambahan dari kedua pemerintah atau dokumen terkait yang dapat diverifikasi.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel