Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

AS Panggil Duta Besar Malaysia Terkait Kebijakan Terhadap Warga Israel

Admin July 24, 2026 at 20:05
AS Panggil Duta Besar Malaysia Terkait Kebijakan Terhadap Warga Israel

Berdasarkan laporan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memanggil duta besar Malaysia menyusul pendeportasian seorang warga berkewarganegaraan ganda AS-Israel dan penutupan paksa sebuah “Network School” internasional di Kuala Lumpur.

Menurut data dari beberapa media, pemanggilan itu dilakukan sebagai tanda protes atas tindakan yang dianggap menargetkan warga Israel, sementara delapan anggota Kongres AS mendesak tinjauan terhadap kerja sama keamanan dan ekonomi bilateral serta mengancam memotong dana pelatihan militer jika kebijakan tersebut tidak ditinjau kembali.

Hingga laporan ini ditulis, otoritas Malaysia mempertahankan bahwa langkah pendeportasian dan penutupan sejalan dengan kebijakan lama negara itu yang tidak mengakui Israel dan mendukung perjuangan Palestina. Malaysia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan lama mendukung isu Palestina.

Sumber lokal menyebutkan penindakan terhadap warga yang dicurigai berkaitan dengan Israel dilakukan sebagai penerapan kebijakan kedaulatan nasional oleh pejabat setempat. Namun, klaim mengenai keterlibatan warga Israel dalam program teknologi di Johor atau aktivitas tertentu belum dapat diverifikasi secara independen.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk jumlah warga yang terdampak dan kronologi lengkap penutupan sekolah internasional itu. Pemerintah Malaysia, melalui pernyataan pejabat, menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan kebijakan deportasi terhadap warga Israel, termasuk mereka yang berkewarganegaraan ganda, sebagai langkah politik terkait situasi di Gaza.

Laporan ini akan diperbarui apabila ada konfirmasi resmi tambahan dari kedua pemerintah atau dokumen terkait yang dapat diverifikasi.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.