AS Luncurkan Malam Ketujuh Serangan ke Iran saat Konflik Hormuz Memanas
Berdasarkan laporan, militer Amerika Serikat melancarkan malam ketujuh berturut-turut serangan terhadap sasaran di Iran pada Jumat malam, dalam eskalasi konflik yang berpusat di sekitar Selat Hormuz.
Menurut data yang dipublikasi oleh US Central Command dalam unggahan di X, serangan yang dimulai pada pukul 19.00 GMT itu dirancang untuk “continue degrading Iranian military capabilities” dan menargetkan infrastruktur militer seperti penyimpanan senjata, situs pengawasan, serta fasilitas transit dan pelabuhan strategis.
Beberapa sumber media melaporkan bahwa serangkaian serangan itu telah menyebabkan kerusakan pada fasilitas pelabuhan Chabahar, jaringan listrik dan pasokan air. Hingga laporan ini ditulis, gabungan laporan awal menyebutkan setidaknya 38 orang tewas akibat serangan dan kerusakan pada infrastruktur sipil dan militer; Belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap pangkalan-pangkalan AS dan infrastruktur di negara-negara Teluk, termasuk klaim serangan terhadap fasilitas di Bahrain dan Kuwait. Laporan lain menyatakan adanya gangguan dan penghentian lalu lintas penerbangan serta peningkatan langkah-langkah keamanan di Yordania, Qatar, dan negara-negara tetangga.
AS menyatakan serangan difokuskan pada sasaran militer untuk memaksa pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sejak beberapa hari terakhir mengalami penghentian lalu lintas kapal besar dan gangguan pengiriman minyak global. Menurut laporan, dampak ekonomi sudah terlihat; harga minyak melonjak dan lalu lintas maritim menurun tajam. Iran menuduh AS mengenai korban sipil dan kerusakan publik, klaim yang dibantah oleh pejabat Washington.
Beberapa laporan juga menyebut bahwa pihak AS tengah mempertimbangkan opsi untuk menyerang fasilitas kelistrikan dan beberapa situs sensitif lainnya guna menekan kemampuan militer Iran, namun rincian operasi lebih lanjut belum dikonfirmasi.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian korban, target, dan klaim balasan dari kedua belah pihak. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban, identitas mereka, dan dampak keseluruhan terhadap jalur laut Selat Hormuz.
Hingga laporan ini ditulis, situasi di wilayah tetap dinamis dengan potensi eskalasi lebih lanjut; pembaca diimbau mengikuti perkembangan dari sumber resmi. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan memperbarui berita ketika konfirmasi lebih lanjut tersedia.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel