Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

AS dan Iran Kirim Negosiator ke Swiss untuk Pembicaraan Damai

Admin June 21, 2026 at 08:03
AS dan Iran Kirim Negosiator ke Swiss untuk Pembicaraan Damai

Berdasarkan laporan, Wakil Presiden AS JD Vance dalam perjalanan ke Swiss untuk menghadiri pembicaraan dengan delegasi Iran yang dijadwalkan berlangsung di resor pegunungan Bürgenstock. Pertemuan tersebut menurut data dijadwalkan dimulai pada 21 Juni 2026.

Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dan utusan khusus seperti Steve Witkoff, sementara delegasi Iran dipimpin oleh negosiator Mohammad Baqer Qalibaf dan pejabat lain termasuk Abbas Araghchi. Tujuan pembicaraan adalah menegaskan kesepakatan interim 14 poin serta menerapkan gencatan senjata 60 hari yang diharapkan dapat mengakhiri perang selama empat bulan dan membuka jalur menuju perjanjian damai regional yang lebih permanen.

Menurut data, agenda juga mencakup pembahasan program nuklir Iran dan upaya untuk menstabilkan pasar energi global dengan membuka kembali Selat Hormuz. Namun proses diplomasi ini menghadapi hambatan besar, termasuk ketegangan terbaru setelah klaim dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahwa mereka menutup Selat Hormuz sebagai bentuk protes atas tindakan Israel di Lebanon.

Sumber lokal menyebutkan klaim penutupan Selat Hormuz tersebut, tetapi pihak militer AS menyatakan bahwa lalu lintas komersial tetap berjalan. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon juga tetap menjadi faktor penghambat; meskipun ada jeda gencatan senjata yang rapuh, serangan yang terus berlangsung memperumit syarat-syarat yang diminta AS untuk memperluas dan mengukuhkan kesepakatan.

Hingga laporan ini ditulis, rincian akhir agenda dan hasil pertemuan masih belum pasti, dengan beberapa laporan menyebut target pertemuan formal hingga 30 Juni 2026. Tim redaksi masih memverifikasi perkembangan dan pernyataan resmi dari kedua pihak.

Photo by: Hugo Magalhaes, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.