Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

AS Dituding Campuri Politik Inggris dengan Hibah $500.000 untuk Program Pendidikan Publik

Admin August 8, 2026 at 15:03
AS Dituding Campuri Politik Inggris dengan Hibah $500.000 untuk Program Pendidikan Publik

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di situs kedutaan besar AS di London, pejabat kedutaan menawarkan hibah hingga $500.000 untuk program “pendidikan publik” baru yang menuai kritik sebagai campur tangan dalam politik domestik Inggris. Menurut data yang tercantum dalam pengumuman pendanaan, inisiatif bertajuk Liberty Under Law: The Shared Anglo-American Tradition memprioritaskan proyek yang merayakan “kebebasan berbicara”, “pemerintahan terbatas”, dan apa yang disebut “nilai-nilai peradaban bersama” yang mengikat hubungan AS-Inggris. Kritikus, termasuk sejumlah politisi Inggris dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, menilai bahasa dan tujuan program berupaya mengekspor propaganda yang identik dengan gerakan pro-Trump (MAGA) ke ruang publik Inggris dan memengaruhi wacana tentang isu sensitif seperti Israel dan China.

Sumber lokal menyebutkan kekhawatiran bahwa pendanaan ini menggunakan diplomasi publik untuk mendorong agenda politik tertentu, sementara pihak kedutaan membela program tersebut sebagai usaha memperkuat hubungan bilateral dan mengalihkan fokus dari inisiatif era Biden yang dinilai “mendivisifkan” terkait keadilan iklim dan hak LGBTQ+. Hingga laporan ini ditulis, kedutaan mengatakan tujuan hibah adalah edukasi dan penguatan hubungan, namun klaim soal motif politik pihak pemberi dana belum dapat diverifikasi secara independen.

Beberapa pengamat politik menilai prioritas pada istilah seperti “pemerintahan terbatas” dan “nilai peradaban” mencerminkan upaya pembingkaian ulang narasi yang selama ini dipromosikan kelompok MAGA. Tim redaksi masih memverifikasi rincian daftar penerima potensial dan kriteria seleksi lengkap yang tercantum dalam pengumuman hibah tersebut. Belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah Inggris mengenai langkah-langkah penyelidikan atau respons resmi terhadap tudingan campur tangan ini.

Photo by: Tara Winstead, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.