AS Dituding Campuri Politik Inggris dengan Hibah $500.000 untuk Program Pendidikan Publik
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di situs kedutaan besar AS di London, pejabat kedutaan menawarkan hibah hingga $500.000 untuk program “pendidikan publik” baru yang menuai kritik sebagai campur tangan dalam politik domestik Inggris. Menurut data yang tercantum dalam pengumuman pendanaan, inisiatif bertajuk Liberty Under Law: The Shared Anglo-American Tradition memprioritaskan proyek yang merayakan “kebebasan berbicara”, “pemerintahan terbatas”, dan apa yang disebut “nilai-nilai peradaban bersama” yang mengikat hubungan AS-Inggris. Kritikus, termasuk sejumlah politisi Inggris dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, menilai bahasa dan tujuan program berupaya mengekspor propaganda yang identik dengan gerakan pro-Trump (MAGA) ke ruang publik Inggris dan memengaruhi wacana tentang isu sensitif seperti Israel dan China.
Sumber lokal menyebutkan kekhawatiran bahwa pendanaan ini menggunakan diplomasi publik untuk mendorong agenda politik tertentu, sementara pihak kedutaan membela program tersebut sebagai usaha memperkuat hubungan bilateral dan mengalihkan fokus dari inisiatif era Biden yang dinilai “mendivisifkan” terkait keadilan iklim dan hak LGBTQ+. Hingga laporan ini ditulis, kedutaan mengatakan tujuan hibah adalah edukasi dan penguatan hubungan, namun klaim soal motif politik pihak pemberi dana belum dapat diverifikasi secara independen.
Beberapa pengamat politik menilai prioritas pada istilah seperti “pemerintahan terbatas” dan “nilai peradaban” mencerminkan upaya pembingkaian ulang narasi yang selama ini dipromosikan kelompok MAGA. Tim redaksi masih memverifikasi rincian daftar penerima potensial dan kriteria seleksi lengkap yang tercantum dalam pengumuman hibah tersebut. Belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah Inggris mengenai langkah-langkah penyelidikan atau respons resmi terhadap tudingan campur tangan ini.
Photo by: Tara Winstead, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel