Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Arab Saudi Kutuk Keras Penyerangan Terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan

Admin June 6, 2026 at 04:07
Arab Saudi Kutuk Keras Penyerangan Terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan

Berdasarkan laporan, Arab Saudi mengutuk dengan keras penyerangan terhadap satu pos pasukan penjaga perdamaian sementara PBB di Lebanon selatan (UNIFIL) yang terjadi pada hari Jumat. Menurut data yang beredar, serangan itu menyebabkan seorang tentara tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Sumber lokal menyebutkan serangan mengenai sebuah posisi operasi UNIFIL di wilayah selatan Lebanon, namun rincian waktu dan pelaku belum jelas. Hingga laporan ini ditulis, belum dapat diverifikasi secara independen identitas kebangsaan atau afiliasi korban maupun penyebab pasti insiden tersebut.

Pernyataan resmi dari Riyadh, yang dirilis hari ini, menyatakan kecaman tegas terhadap tindakan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian dan menuntut agar pelaku segera diusut serta dihadapkan pada proses hukum. Pernyataan itu juga menekankan pentingnya perlindungan personel perdamaian PBB agar operasi kemanusiaan dan stabilisasi tidak terganggu.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut, termasuk konfirmasi dari pihak PBB dan otoritas setempat mengenai jumlah korban, identitas, serta motif serangan. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah insiden ini terkait dengan pihak-pihak bersenjata tertentu di lapangan.

Photo by: Nemuel Sereti, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.