Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Siria dan Jepang Bahas Penguatan Hubungan Ekonomi Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Siria dan Jepang Bahas Penguatan Hubungan Ekonomi

Lebih dari 215 Warga Sipil Gugur di Penjara yang Dikelola RSF di Darfur Selatan: Dokter Sudan

Admin June 25, 2026 at 18:04
Lebih dari 215 Warga Sipil Gugur di Penjara yang Dikelola RSF di Darfur Selatan: Dokter Sudan

Berdasarkan laporan dari kelompok medis Sudan, lebih dari 215 warga sipil gugur di dalam sebuah penjara yang dijalankan oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di Darfur Selatan dalam waktu kurang dari dua bulan.

Menurut data yang disampaikan Sudan Doctors Network, kematian dilaporkan terjadi di dalam Penjara Daqris selama Mei dan Juni. Kelompok medis itu menyebutkan penyebab kematian antara lain “penyebaran penyakit dan wabah, serta penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tahanan, di bawah kondisi penahanan yang bahkan tidak memenuhi standar paling dasar perawatan kesehatan dan martabat manusia.”

Sumber lokal menyebutkan bahwa 31 tahanan, termasuk anak-anak, dipindahkan ke rumah sakit di Nyala lebih dari dua minggu lalu meskipun tidak menunjukkan penyakit yang jelas. Nasib mereka hingga kini belum jelas dan dikhawatirkan turut menjadi korban akibat kondisi penahanan yang memburuk.

Hingga laporan ini ditulis, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak RSF mengenai jumlah dan penyebab pasti kematian. Belum dapat diverifikasi secara independen detail lengkap tentang jenazah, identitas korban, maupun kondisi kesehatan yang memicu lonjakan kematian tersebut.

Kelompok dokter tersebut menegaskan bahwa kondisi di penjara tersebut kekurangan layanan medis dasar, sanitasi buruk, dan praktik penahanan yang melanggar hak asasi, yang semuanya berkontribusi terhadap tingginya angka kematian.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan upaya konfirmasi dari otoritas setempat serta pihak RSF sedang dilakukan. Kami akan memperbarui laporan ini jika ada data atau pernyataan resmi yang masuk.

Photo by: Faruk Tokluoğlu, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.