Mengapa Arab Saudi Memegang Kunci Negara Palestina 14 Organisasi Arab dan Palestina Mendesak Perlindungan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di Tengah Eskalasi Israel Trump: Serangan AS-Saudi di Irak ‘Dikoordinasikan’ dengan Baghdad Israel Bayar Jutaan Dolar untuk ‘Meracuni’ Chatbot AI dengan Propaganda Gaza, Laporan Menemukan Kesepakatan Kerja Sama dengan Arirang Korea Perkuat Kehadiran Media Suriah dan Perluas Kemitraan Internasional GCC Kecam Serangan terhadap Saudi oleh Kelompok Irak yang Berafiliasi dengan Iran Saudi Arabia dan AS Lancarkan Serangan Terhadap Kelompok yang Didukung Iran di Irak Iran: Proposal Final kepada Oman soal Selat Hormuz Mensyaratkan Kontrol Jalur Pelayaran Kunci Iran Serang Basis AS di Timur Tengah Saat Trump Bertemu Netanyahu Tradisi Tarekat Sufi di Afrika Barat: Spiritualitas, Devotion, dan Pengaruh Sosial-Politik Mengapa Arab Saudi Memegang Kunci Negara Palestina 14 Organisasi Arab dan Palestina Mendesak Perlindungan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di Tengah Eskalasi Israel Trump: Serangan AS-Saudi di Irak ‘Dikoordinasikan’ dengan Baghdad Israel Bayar Jutaan Dolar untuk ‘Meracuni’ Chatbot AI dengan Propaganda Gaza, Laporan Menemukan Kesepakatan Kerja Sama dengan Arirang Korea Perkuat Kehadiran Media Suriah dan Perluas Kemitraan Internasional GCC Kecam Serangan terhadap Saudi oleh Kelompok Irak yang Berafiliasi dengan Iran Saudi Arabia dan AS Lancarkan Serangan Terhadap Kelompok yang Didukung Iran di Irak Iran: Proposal Final kepada Oman soal Selat Hormuz Mensyaratkan Kontrol Jalur Pelayaran Kunci Iran Serang Basis AS di Timur Tengah Saat Trump Bertemu Netanyahu Tradisi Tarekat Sufi di Afrika Barat: Spiritualitas, Devotion, dan Pengaruh Sosial-Politik

14 Organisasi Arab dan Palestina Mendesak Perlindungan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di Tengah Eskalasi Israel

Admin July 29, 2026 at 21:02
14 Organisasi Arab dan Palestina Mendesak Perlindungan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di Tengah Eskalasi Israel

Berdasarkan laporan, empat belas lembaga dan organisasi Arab serta Palestina mengeluarkan seruan mendesak pada Rabu untuk mengambil tindakan kolektif guna melindungi Yerusalem yang diduduki dan kompleks Masjid Al-Aqsa di tengah apa yang mereka gambarkan sebagai eskalasi Israel.

Menurut data yang dirilis oleh para penandatangan, langkah-langkah yang terjadi berupa peningkatan insiden militer, pembongkaran properti, dan upaya untuk memberlakukan pembagian temporal dan spasial terhadap area Masjid Al-Aqsa. Mereka memperingatkan bahwa tindakan tersebut menargetkan warga Yerusalem serta identitas Arab, Islam, dan Kristen kota bersejarah itu, dan berupaya menciptakan realitas baru di lapangan serta mengonsolidasikan kontrol dengan kekuatan.

Sumber lokal menyebutkan adanya insiden-insiden yang melibatkan kelompok pemukim Yahudi di kompleks yang juga dikenal oleh kaum Yahudi sebagai Temple Mount. Masjid Al-Aqsa merupakan situs ketiga paling suci bagi umat Muslim. Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, pada Perang Arab-Israel 1967; aneksasi yang dilakukan kemudian tidak diakui secara luas oleh komunitas internasional.

Para penandatangan menyerukan tindakan hukum internasional terkoordinasi dan mendesak Yordania untuk menggunakan statusnya sebagai penjaga (custodian) untuk mempertahankan statu quo sejarah situs tersebut serta menuntut akuntabilitas atas pelanggaran. Mereka menilai kecaman verbal saja tidak lagi memadai untuk menghentikan apa yang disebutnya eskalasi tanpa preseden.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang Israel mengenai seruan tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana semua klaim terkait insiden tertentu dan jumlah tindakan yang dilaporkan.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dan akan memperbarui laporan apabila informasi lebih lanjut tersedia.

Photo by: Özlem K, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.