PBB Mendesak Pembebasan 73 Personel yang Ditahan di Yaman pada Peringatan Dua Tahun
Berdasarkan laporan PBB, Sekretaris Jenderal António Guterres menyerukan pembebasan segera terhadap personel Perserikatan Bangsa-Bangsa yang masih ditahan di Yaman pada peringatan dua tahun penahanan mereka.
Menurut data PBB, total 73 personel PBB “masih ditahan secara sewenang-wenang di Yaman.” PBB menilai penahanan ini melanggar hukum humaniter internasional dan menuntut akses tanpa hambatan bagi staf dan operasi kemanusiaan di wilayah yang terdampak konflik.
Guterres mengecam praktik penahanan tersebut dan menegaskan perlunya jaminan keselamatan bagi seluruh personel PBB. “Pembebasan dan pemulangan aman harus dilaksanakan sekarang,” ujar Guterres dalam pernyataannya yang dirilis menjelang peringatan dua tahun itu.
Sumber lokal menyebutkan beberapa keluarga dan rekan kerja personel yang ditahan telah menyerukan perhatian internasional, serta menginformasikan lokasi-lokasi penahanan yang menurut mereka berada di wilayah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata tertentu. Klaim tentang kondisi penahanan dan perlakuan terhadap tahanan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak yang menahan mengenai permintaan pembebasan atau langkah-langkah pengamanan bagi personel PBB. PBB juga mengimbau semua pihak di Yaman untuk menghormati dan memfasilitasi akses kemanusiaan demi melindungi nyawa serta keselamatan pekerja bantuan.
Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah rincian tambahan terkait lokasi penahanan dan kondisi para personel. Kami akan memperbarui berita ini jika ada informasi resmi atau konfirmasi lebih lanjut dari sumber terkait.
Photo by: Ahmed akacha, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel