AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Palang Merah Terus Berkomunikasi dengan Pihak yang Berperang di Sudan, Jumlah Orang Hilang Tembus 8.000

Admin May 21, 2026 at 18:03
Palang Merah Terus Berkomunikasi dengan Pihak yang Berperang di Sudan, Jumlah Orang Hilang Tembus 8.000

Berdasarkan laporan, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dan menjalin dialog dengan semua pihak yang berperang di Sudan untuk mencoba membuka akses kemanusiaan dan mencari orang-orang yang hilang.

Menurut data yang disampaikan oleh organisasi kemanusiaan dan media lokal, daftar orang hilang akibat konflik di Sudan telah melampaui 8.000 orang. ICRC mengatakan upaya untuk mengkonfirmasi nasib mereka terus berlangsung, termasuk melalui pembicaraan dengan komandan militer dan kelompok bersenjata di berbagai wilayah terdampak.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pencarian terhambat oleh kondisi keamanan yang buruk, pemutusan komunikasi, dan kesulitan akses ke sejumlah kota yang menjadi medan pertempuran. Banyak keluarga yang belum menerima kabar tentang kerabat mereka dan berharap upaya mediasi Palang Merah dapat mempercepat proses penemuan dan identifikasi jenazah atau pemulangan yang selamat.

Hingga laporan ini ditulis, bantuan medis dan logistik masih terkendala di beberapa titik, sementara lembaga kemanusiaan memperingatkan potensi krisis kesehatan dan kelaparan jika akses tidak segera diperbaiki. ICRC menegaskan perannya bersifat netral dan kemanusiaan, serta akan terus berupaya berkomunikasi dengan semua pihak demi keselamatan warga sipil.

Belum dapat diverifikasi secara independen rincian lengkap jumlah korban dan kondisi mereka di lapangan. Sumber lokal menyebutkan pula adanya pemindahan massal penduduk keluar dari zona pertempuran, namun data pasti tentang dampak jangka panjang terhadap populasi sipil masih terbatas.

Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan yang masuk dan akan mengabarkan pembaruan setelah konfirmasi lebih lanjut diterima dari organisasi kemanusiaan dan saksi di lapangan.

Photo by: Speak Media Uganda, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.