Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Israel Puncaki Daftar Pelanggaran Berat terhadap Anak Menurut PBB 2025

Admin June 18, 2026 at 17:09
Israel Puncaki Daftar Pelanggaran Berat terhadap Anak Menurut PBB 2025

Berdasarkan laporan PBB berjudul “Children and Armed Conflict 2025”, Israel tercatat bertanggung jawab atas jumlah pelanggaran berat terhadap anak terbanyak di wilayah Palestina yang diduduki pada 2025. Menurut data dalam laporan 47 halaman itu, terjadi kenaikan pelanggaran berat terhadap anak sebesar 34 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total 38.558 pelanggaran yang didokumentasikan di seluruh dunia. Laporan mencatat lebih dari 9.400 pelanggaran yang disebabkan oleh pasukan Israel dan 326 pelanggaran yang dikaitkan dengan kelompok pemukim; sementara Hamas dan faksi Palestina lainnya tetap masuk dalam daftar hitam karena lebih dari 2.800 pelanggaran. Guterres memperingatkan meningkatnya serangan terhadap anak, termasuk “ribuan anak yang dilaporkan gugur” di Gaza dan Tepi Barat, menurut pernyataan Sekretaris Jenderal PBB yang dikutip dalam laporan.

Sumber lokal menyebutkan kondisi hidup anak-anak di Khan Yunis dan wilayah lain di Gaza sangat buruk, dengan banyak keluarga tinggal di tenda darurat dan menghadapi musim dingin yang keras. Hingga laporan ini ditulis, jumlah pasti korban anak serta konteks setiap kejadian masih terus dihimpun oleh lembaga internasional dan organisasi kemanusiaan. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang tercantum dalam laporan PBB dan beberapa angka masih memerlukan verifikasi lapangan lebih lanjut.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan, termasuk laporan terkait tindakan pemukim dan klaim penahanan anak oleh otoritas yang berbeda. Laporan PBB dan pernyataan Sekretaris Jenderal menjadi rujukan utama bagi upaya pemantauan dan perlindungan anak di zona konflik, namun komunitas internasional terus menyerukan penyelidikan lebih lanjut dan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.