Israel Puncaki Daftar Pelanggaran Berat terhadap Anak Menurut PBB 2025
Berdasarkan laporan PBB berjudul “Children and Armed Conflict 2025”, Israel tercatat bertanggung jawab atas jumlah pelanggaran berat terhadap anak terbanyak di wilayah Palestina yang diduduki pada 2025. Menurut data dalam laporan 47 halaman itu, terjadi kenaikan pelanggaran berat terhadap anak sebesar 34 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total 38.558 pelanggaran yang didokumentasikan di seluruh dunia. Laporan mencatat lebih dari 9.400 pelanggaran yang disebabkan oleh pasukan Israel dan 326 pelanggaran yang dikaitkan dengan kelompok pemukim; sementara Hamas dan faksi Palestina lainnya tetap masuk dalam daftar hitam karena lebih dari 2.800 pelanggaran. Guterres memperingatkan meningkatnya serangan terhadap anak, termasuk “ribuan anak yang dilaporkan gugur” di Gaza dan Tepi Barat, menurut pernyataan Sekretaris Jenderal PBB yang dikutip dalam laporan.
Sumber lokal menyebutkan kondisi hidup anak-anak di Khan Yunis dan wilayah lain di Gaza sangat buruk, dengan banyak keluarga tinggal di tenda darurat dan menghadapi musim dingin yang keras. Hingga laporan ini ditulis, jumlah pasti korban anak serta konteks setiap kejadian masih terus dihimpun oleh lembaga internasional dan organisasi kemanusiaan. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang tercantum dalam laporan PBB dan beberapa angka masih memerlukan verifikasi lapangan lebih lanjut.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan, termasuk laporan terkait tindakan pemukim dan klaim penahanan anak oleh otoritas yang berbeda. Laporan PBB dan pernyataan Sekretaris Jenderal menjadi rujukan utama bagi upaya pemantauan dan perlindungan anak di zona konflik, namun komunitas internasional terus menyerukan penyelidikan lebih lanjut dan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi.
Photo by: Ahmed akacha, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel